5 Kelebihan dan Kekurangan Atap Baja Ringan

Selamat Datang di website Pusat Penjualan bahan bahan konstruksi, kali ini kami akan memerikan informasi yang mudah mudahan bermanfaat terkait Kelebihan dan Kekurangan Atap Baja Ringan
Kelebihan dan Kekurangan Atap Baja Ringan
Baja ringan merupakan material yang dianggap sebagai terobosan baru dalam bidang konstruksi karena sifatnya yang ringan, tetapi sangat kuat. 

Material yang umum digunakan sebagai rangka atap ini bahkan disebut-sebut sebagai material yang dapat mengalahkan keunggulan kayu dan material baja konvensional. 

Kelebihan Atap Baja Ringan 

Sebagai salah satu material yang digunakan untuk membuat rangka atap, material baja ringan memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan material lainnya. 

Berikut ini beberapa kelebihan material baja ringan yang digunakan sebagai rangka atap. 

Mudah dipasang dan ringan 

Kelebihan pertama dari material baja ringan yang digunakan sebagai rangka atap adalah proses pemasangannya yang mudah dan bobotnya yang ringan. Bobot baja ringan hanya sekitar 9 kilogram per meter persegi-nya. 

Sifatnya yang ringan ini akan sangat membantu dalam proses pemasangan rangka atap. Akibatnya, tukang yang dibutuhkan dalam proses pemasangan akan lebih sedikit sehingga biaya sewa dan waktu yang dibutuhkan dalam proses pemasangan juga akan lebih hemat. 

 Secara teknis, proses pemasangan rangka atap dari material baja ringan tidak hanya dipengaruhi oleh bobotnya saja, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem sambungan pada material ini. Sistem sambungan yang ada pada material baja ringan terbilang mudah karena material ini dapat disambung menggunakan sekrup, baut besi, keling atau disambung dengan cara las.

Mudah di Sambung dan di Bentuk 

Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

Desain rumah masa kini sangat bermacam-macam. Sayangnya, tidak semua desain rumah yang diinginkan dapat diwujudkan terutama rumah dengan desain yang rumit. Namun, hal ini dapat diatasi dengan atap baja ringan. 

Karakteristik material baja ringan adalah mudah dipotong dan disambung atau dibentuk menjadi bentuk rangka atap yang diinginkan. Artinya, walau desain rumah yang ingin dibuat cukup rumit, material ini dapat digunakan untuk membangun rumah sesuai desain yang diinginkan. Selain itu, atap baja ringan juga dapat disambung dengan jenis atap lainnya dengan menggunakan baja sebagai material penghubungnya. 

Kuat dan tahan lama 

Seperti namanya, material baja ringan memiliki karakteristik khusus yaitu bobotnya yang ringan. Namun, selain ringan, material ini juga sangat kuat seperti halnya baja. 

Secara kualitas, material baja ringan telah disempurnakan sehingga daya tahannya lebih baik dibanding atap baja konvensional dan atap kayu. Jika atap yang terbuat dari baja konvensional mudah berkarat, maka material baja ringan memiliki ketahanan yang lebih tinggi dari terpaan cuaca ekstrem. Hal ini membuat atap baja ringan tidak mudah berkarat sehingga dapat melindungi rumah dengan maksimal. 

Baja ringan juga tidak mudah memuai dan menyusut walau strukturnya lebih tipis dan lebih ringan dibanding material baja konvensional. Selain itu, atap yang terbuat dari baja ringan juga tidak mudah keropos seperti halnya atap kayu sehingga umur pakainya pun akan lebih lama.

Memililki Tegangan Tarik Tinggi 

Atap baja ringan memiliki sifat lentur yang lebih tinggi dibanding jenis atap lainnya. Kelenturan atap atau tegangan tarik ini sangat penting. Semakin tinggi tegangan tariknya, akan semakin banyak pula energi yang diserap. 

Atap baja ringan memiliki tegangan tarik yang terbilang tinggi jika dibandingkan dengan material baja konvensional. Kisaran tegangan tarik baja ringan adalah 550 Mpa, jauh lebih tinggi dibanding tegangan tarik yang dimiliki atap baja konvensional yang hanya sekitar 300 Mpa.

Dapat di Daur Ulang

Kelebihan lain dari rangka atap baja ringan adalah dapat didaur ulang. Sifatnya yang tahan lama membuat Anda dapat memanfaatkan sisa material atap baja ringan yang sudah tak terpakai menjadi bagian lain dari konstruksi rumah. 

Anda bahkan dapat memanfaatkan lagi material ini dengan cara membongkarnya kemudian melelehkan dan membentuknya menjadi fondasi atau bahan bangunan rumah. Saat Anda menggunakan atap baja ringan, sama saja Anda mendukung program pemerintah dalam menghemat penggunaan kayu yang jumlahnya semakin terbatas. Artinya, saat Anda menggunakan atap baja ringan sama saja dengan membantu melestarikan hutan

Kekurangan Atap Baja Ringan 

Walau memiliki banyak kelebihan, material baja ringan tetap saja memiliki beberapa kekurangan yaitu sebagai berikut. 

Harganya mahal 

Keunggulan baja ringan yang melebihi material baja konvensional dan kayu membuktikan bahwa kualitas material ini sangat baik. Namun, bersamaan dengan kualitas yang baik ini harganya pun akan mengikuti. 

Segala keunggulan dan kualitas yang dimiliki baja ringan membuatnya menjadi material yang terbilang mahal. Harga material baja ringan ini dihitung per batang dengan panajang 6 Meter. Kisaran harga Rp 30.000,00 sampai Rp 120.000,00 tergantung dari brand atau mereknya seperti halnya baja ringan dengan kualitas terbaik yaitu Harga Baja Ringan Taso

Harga ini juga belum termasuk dengan kelengkapan lain seperti sekrup, alumunium foil, reng, kanal, dan genteng metal yang diperlukan untuk melengkapi atap rumah.

Rentan Roboh

Jika kurang teliti Sistem yang digunakan pada rangka atap baja ringan adalah bentuk jaring agar membentuk struktur yang kuat dan tahan lama. Namun, kerangka yang berbentuk jaring ini harus diperhitungkan dengan benar karena perhitungan yang kurang teliti dapat membuatnya menjadi rentan roboh. 

Banyak hal yang harus diperhitungkan serta dipertimbangkan dalam membangun kerangka dari material baja ringan, termasuk sifat memuai dan menyusut material baja ringan.

Tampilannya Acak-acakan 

Salah satu kekurangan dari rangka atap baja ringan adalah tampilannya yang rapat, acak-acakan dan dapat merusak struktur keindahan bangunan. Hal ini akan tampak jelas terutama pada rumah-rumah bergaya minimalis yang sebagian atapnya menggunakan material transparan. Walau tujuannya adalah agar mampu menopang beban atap yang berat, kerapatan pada rangka atap baja ringan ini membuat bangunan tampak berantakan sehingga harus dilapisi menggunakan plafon.

Mudah Terbawa Angin 

Bobot yang ringan merupakan kelebihan dari material baja ringan. Namun, kelebihan tersebut juga menjadikan material baja ringan mudah terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar. 

Selain itu, sistem sambungannya yang sederhana hanya dengan menggunakan baut atau sekrup juga semakin memudahkan angin untuk meniupnya hingga kerangka atap rumah terlepas. Resiko lepasnya atap yang terbuat dari baja ringan ini sangat tinggi pada daerah-daerah dengan angin yang kencang. Selain itu, resiko ini juga akan semakin besar saat musim hujan terutama ketika disertai dengan angin kencang. 

Tidak Bisa Diekspos 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tampilan rangka atap yang terbuat dari baja ringan ini tidak rapi dan terkesan acak-acakan. Hal ini membuat rangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti halnya rangka kayu karena dapat mengurangi atau bahkan merusak nilai estetika dari bangunan. Karena itulah penggunaan atap transparan sangat tidak disarankan jika Anda menggunakan rangka atap dari baja ringan. 

Selain itu, material baja ringan juga akan membuat bangunan rumah terasa panas jika terpapar sinar matahari secara langsung. Karena itulah rangka atap yang terbuat dari baja ringan tidak bisa diekspos.

Itulah tadi Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan untuk kita ketahui. berminat menggunakan baja ringan tanpa khawatir roboh, kami berikan Garansi untuk Anda dalam bentuk Sertifikat 10 Tahun Resmi dari Perusahaan Kami. Khusus Wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Hubungi untuk info lebih lanjut :
Bapak Amir
0812 9045 6100


0 komentar